Serahkan Bantuan di BAZNAS, Tasming Hamid Harap Optimalisasi Zakat untuk Kesejahteraan Umat


INFOPAREPARE.COM  – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar bantuan paket Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat. 


Dia berharap bantuan tersebut menjadi tambahan semangat dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.


Hal itu disampaikan Tasming Hamid usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis. (12/2/2026).


“Alhamdulillah. Jadi jangan lihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari niat baik dan kepedulian yang menyertainya. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kota Parepare,” ujar Tasming Hamid.


Tasming juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kota Parepare yang dinilainya konsisten hadir di tengah masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.


Menurutnya, kegiatan pembagian paket Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya soal membagikan paket Ramadhan, tetapi tentang menghadirkan harapan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.


Lebih jauh, Tasming menilai kegiatan tersebut menjadi cermin keberhasilan tata kelola zakat yang transparan dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 


Ia menegaskan pentingnya membangun siklus kebaikan melalui optimalisasi zakat agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong ketahanan keluarga.


“Inilah siklus kebaikan yang ingin kita bangun bersama, agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen sosial yang mendorong ketahanan keluarga dan memperkuat sendi-sendi kesejahteraan umat di Kota Parepare,” tegas mantan anggota DPRD dua periode itu.


Kegiatan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa zakat dan sedekah yang dikelola dengan baik akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tepat sasaran, tepat manfaat, dan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.


Pemerintah Kota Parepare, kata Tasming, memandang BAZNAS sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang telah terbangun selama ini diharapkan terus diperkuat agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan.


“Sinergi yang terbangun selama ini harus terus dijaga dan diperkuat, agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan, tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga memberi jalan menuju kemandirian,” tandasnya. (*)

Wali Kota Tasming Hamid Buka Orientasi Mubaligh dan Pelatihan Operator Masjid PD DMI Parepare


INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Mubaligh, Pengurus Masjid dan Pelatihan Operator Masjid yang digelar Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Kamis (12/2/2026).

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PD DMI Kota Parepare yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Parepare atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis tersebut.

Menurutnya, kegiatan orientasi dan pelatihan ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam memperkuat peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan peradaban yang menyejukkan serta mencerahkan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pusat pembinaan umat, serta pusat peradaban yang menyejukkan dan mencerahkan masyarakat. Kami pemerintah kota tentu sangat mendukung dan mengapresiasi,” ujar Tasming.

Tasming Hamid menjelaskan, menjelang bulan suci Ramadan, peran masjid menjadi semakin penting. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang dakwah, edukasi, pelayanan sosial, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, mubaligh yang berkompeten, pengurus masjid yang profesional, serta operator masjid yang melek teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi di tengah dinamika masyarakat saat ini,” katanya.

Mantan pimpinan DPRD Parepare itu berharap melalui orientasi dan pelatihan tersebut akan lahir mubaligh yang mampu menyampaikan dakwah secara santun, menyejukkan, dan penuh hikmah. Selain itu, diharapkan pula tercipta pengurus masjid yang amanah dan visioner, serta operator masjid yang mampu mengelola administrasi dan informasi masjid secara modern, transparan, dan akuntabel.

Tasming menegaskan, Pemerintah Kota Parepare berkomitmen untuk terus mendukung penguatan fungsi masjid dan peningkatan kualitas sumber daya manusia keagamaan. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan Kota Parepare yang religius, humanis, dan berkelanjutan.

"Sinergi antara pemerintah, DMI, Kementerian Agama, dan seluruh elemen umat merupakan kunci dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia,” tutupnya. (*)


Jelang Ramadan, ASN Pemkot Parepare Bahu Membahu Benahi Masjid Agung


INFOPAREPARE.COM - Menjelang bulan suci ramadan, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bahu membahu melakukan pembenahan Masjid Agung.

Di bawah komando Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare, Amarun Agung Hamka, pembenahan dilakukan sebagai bentuk kepedulian ASN pemerintah daerah dalam menciptakan kenyamanan rumah ibadah bagi masyarakat. Selain itu, juga sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden, Prabowo. 

Masjid Agung Parepare yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Parepare tersebut menjadi fokus pembenahan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk selama Ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan pembenahan masjid meliputi kegiatan pembersihan area dalam dan luar masjid, serta pengecatan pada sejumlah bagian bangunan.

“Pembenahan ini dilakukan untuk memastikan masjid dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh para jamaah selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Amarun Agung Hamka, Senin, (9/2/2026).

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan tanggung jawab ASN dalam mendukung kehidupan keagamaan di Kota Parepare.

“Masjid Agung adalah ikon dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” tambah Hamka, sapaan Karib Sekda yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Parepare ini.

Pembenahan ini lanjut dia, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi jamaah, sekaligus meningkatkan semangat beribadah umat Muslim selama bulan suci Ramadan. (*)

Wali Kota Parepare Tasming Hamid Dukung Penguatan Kolaborasi Pusat dan Daerah

 


INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).


Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. 


Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.


Rakornas dihadiri sebanyak 4.453 peserta yang terdiri dari para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga, gubernur, bupati, serta wali kota se-Indonesia.


Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD, termasuk jajaran kepolisian, kejaksaan, hingga TNI.


Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.


Sejumlah materi strategis dibahas dalam Rakornas ini, di antaranya penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan pelaksanaan program prioritas nasional, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan ekonomi dan pangan, pengentasan kemiskinan dan stunting, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi serta menyelesaikan berbagai isu aktual pembangunan daerah. 


Selain itu, Rakornas juga menjadi wadah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan keamanan nasional.


Dalam Rakornas tersebut, Tasming Hamid hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare. 


Mantan anggota DPRD dua periode itu  menegaskan bahwa kehadiran bersama Forkopimda merupakan bentuk kesiapan dan komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam mendukung penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


"Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program prioritas nasional demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegas Tasming Hamid. (*)

Kota Parepare Raih Penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya


INFOPAREPARE.COM — Pemerintah Kota Parepare kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Pemerintah Kota Parepare dalam memperluas jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui program Universal Health Coverage.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh warga.

“Penghargaan UHC Award ini bukan semata-mata simbol prestasi, tetapi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. Kami memastikan tidak ada warga Parepare yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Tasming Hamid.

Tasming menegaskan, sejak awal kepemimpinannya, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah Kota Parepare terus mendorong optimalisasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk bagi masyarakat kurang mampu.

“Capaian ini adalah hasil sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Ke depan, kami tidak hanya fokus pada cakupan kepesertaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kesehatan itu sendiri,” tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan mencapai UHC merupakan konsekuensi dari keputusan politik pemerintah daerah yang menempatkan kesehatan sebagai hak dasar warga, bukan sekadar layanan tambahan.

“UHC ini lahir dari keberanian mengambil kebijakan. Pemerintah Kota Parepare memilih untuk mengalokasikan anggaran secara serius agar seluruh warga, terutama kelompok rentan, terlindungi oleh jaminan kesehatan,” tegas Tasming Hamid.

Menurutnya, dalam konteks otonomi daerah, setiap kebijakan anggaran mencerminkan keberpihakan. Parepare, kata Tasming, secara konsisten memprioritaskan belanja publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah keterbatasan fiskal, kami memilih berpihak. Kesehatan tidak boleh menunggu warga sakit dulu baru negara hadir. Negara harus hadir sejak awal,” lanjutnya.

Tasming menambahkan, kebijakan UHC di Parepare tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia yang terintegrasi dengan sektor pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan perlindungan sosial.

Capaian UHC kategori Madya ini sekaligus memperkuat posisi Kota Parepare sebagai daerah yang menggunakan instrumen kebijakan kesehatan sebagai legitimasi kinerja pemerintahan, sekaligus sebagai wujud nyata politik kesejahteraan di tingkat lokal.

Dengan prestasi UHC kategori Madya ini, Kota Parepare diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sistem kesehatan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan UHC Award merupakan apresiasi nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam mendukung percepatan pencapaian Universal Health Coverage, sejalan dengan agenda pembangunan kesehatan nasional.***

Dana Desa Bontotangnga Diklarifikasi Tipidkor Saat SPJ 2025 Masih Disusun ‎

 


‎Selayar - Pemerintah Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menegaskan kesiapan dan keterbukaan dalam menghadapi proses klarifikasi yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Kepulauan Selayar.

‎Kepala Desa Bontotangnga, Kamirudin, menyatakan bahwa seluruh dokumen pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) telah disiapkan dan diserahkan sesuai permintaan penyidik.

‎“Semua berkas yang diminta lengkap, termasuk Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten dan SPJ. Untuk Tahun Anggaran 2025 memang masih dalam proses,” kata Kamirudin saat ditemui langsung, 27 Januari 2026.

‎Menurut Kamirudin, proses pengelolaan Dana Desa selama periode 2023 hingga 2025 telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa bersikap kooperatif dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

‎Hal senada disampaikan Marni, Bendahara Desa Bontotangnga. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa  Tahun 2025 saat ini masih dalam tahap pembenahan administratif, namun seluruh kegiatan fisik dan program pemberdayaan telah dilaksanakan sepenuhnya.

‎“SPJ sementara kami benahi. Tinggal satu tahap yang sementara disusun, khususnya untuk SPJ bulan Desember. Tetapi untuk kegiatan fisik dan pemberdayaan sudah semua terealisasi, termasuk penyaluran BLT Dana Desa dan program lainnya,” jelas Marni.

‎Marni menegaskan bahwa tidak ada kegiatan Dana Desa yang fiktif atau tidak dilaksanakan. Ia memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan siap diperiksa oleh aparat penegak hukum

‎Pemanggilan oleh penyidik Tipidkor Polres Kepulauan Selayar, menurut pihak desa, dipandang sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi yang wajar terhadap pengelolaan keuangan desa. Pemerintah Desa Bontotangnga menyatakan tidak keberatan seluruh dokumen diperiksa secara menyeluruh.

‎Sementara itu, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Kepulauan Selayar, IPDA Andi Bakri Yamar, S.E., M.M., membenarkan bahwa saat ini penyidik masih berada pada tahap pendalaman administrasi.

‎“Saat ini kami sedang melakukan analisa terhadap dokumen-dokumen yang diserahkan,” ujarnya.

‎Proses analisis tersebut akan menentukan langkah lanjutan aparat penegak hukum. Namun bagi Pemerintah Desa Bontotangnga, klarifikasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di hadapan publik.

‎Pemerintah desa berharap proses ini dapat berjalan objektif dan transparan, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkembang di Tengah masyarakat. (Tim)

Tasming Hamid: Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Tapi Pusat Solusi Persoalan Umat


IP - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, persatuan, dan pembangunan karakter.

Hal tersebut disampaikan Tasming Hamid saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Parepare Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di Auditorium BJ Habibie, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, serta Ketua DMI Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyuki.

Atas nama Pemerintah Kota Parepare, Tasming Hamid menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ketua dan seluruh pengurus DMI Kota Parepare yang baru dilantik. 

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kepercayaan umat yang harus dijaga dengan komitmen, kerja nyata, dan keteladanan.

Menurut mantan pimpinan DPRD Parepare itu, masjid memiliki posisi sentral dalam membentuk nilai-nilai kejujuran, kepedulian sosial, serta kebersamaan di tengah masyarakat.

"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pusat persatuan, dan pusat pembangunan karakter," ujarnya.

Tasming Hamid menambahkan, Pemerintah Kota Parepare menaruh harapan besar kepada DMI sebagai mitra strategis dalam memperkuat peran masjid.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mendukung program keumatan, pembinaan keagamaan, serta penguatan moderasi beragama.

Namun demikian, dukungan tersebut harus diimbangi dengan perencanaan program yang terarah dan berkelanjutan. Melalui forum rapat kerja, Tasming Hamid mendorong DMI Kota Parepare untuk memfokuskan program pada empat hal utama.

Pertama, penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda agar menjadi ruang yang ramah bagi anak dan pemuda. Kedua, peningkatan kualitas manajemen dan tata kelola masjid yang tertib, transparan, dan profesional. 

Ketiga, penguatan peran sosial masjid agar hadir sebagai solusi atas persoalan umat. Keempat, pemanfaatan teknologi dan media digital secara bijak dalam dakwah dan syiar Islam.

Tasming Hamid juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan umat, dengan menjadikan masjid sebagai ruang pemersatu dan penyejuk di tengah perbedaan.

"Masjid harus menjadi tempat memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah," tegasnya.

Tasming Hamid memastikan Pemerintah Kota Parepare siap bersinergi dengan DMI dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban demi mewujudkan Parepare sebagai kota yang maju dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Parepare terpilih, Andi Mulyadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin DMI Kota Parepare ke depan.

Dia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Parepare atas dukungan yang diberikan sejak proses musyawarah hingga pelantikan pengurus DMI.

"Terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Parepare Tasming Hamid atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan," ungkapnya.

Andi Mulyadi turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap para mubalig, termasuk pemberian jaminan BPJS.

"Hanya di Parepare mubalig diberikan jaminan BPJS. Ini bukti bahwa Wali Kota Parepare benar-benar ingin menjadikan Parepare sebagai kota yang religius," tutupnya. (*)

Tasming Hamid Ajak Anak Muda Parepare Berani Berwirausaha dan Manfaatkan Dukungan Pemerintah



INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare untuk terus mendukung serta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda agar terlibat aktif dalam pengembangan UMKM dan kewirausahaan.


Penegasan tersebut disampaikan Tasming Hamid saat membuka kegiatan UC Makassar Kampus Expo yang mengusung tema “Fokus On Your Future”, Selasa (13/1/2026).


"Pemerintah kota tentu mensupport penuh para pemuda kita dan entrepreneur muda yang siap mengambil peran dalam pengembangan ekonomi daerah," ujar Tasming Hamid.


Mantan anggota DPRD dua periode itu menjelaskan, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga promosi produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


"Jangan ragu untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Kami berkomitmen terhadap pengembangan ekonomi daerah karena ini merupakan salah satu program prioritas," ungkapnya.


Menurut Tasming Hamid, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, “Scale Up Potensi Entrepreneur Parepare”, bukan sekadar bahan diskusi, melainkan tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berperan nyata dalam pembangunan ekonomi daerah.


"Parepare hari ini membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda yang berani memulai, berani gagal, dan berani bangkit. Kita memiliki modal besar berupa semangat muda, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan perubahan zaman," jelasnya.


Ayah tiga anak itu juga menegaskan bahwa berwirausaha tidak harus menunggu lulus kuliah, tidak harus menunggu modal besar, dan tidak pula menunggu segala sesuatu sempurna.


"Banyak UMKM Parepare yang berkembang justru lahir dari keberanian memulai usaha kecil, dari ide sederhana, dan dari kebutuhan di sekitar kita," katanya.


Tasming Hamid menyebut, saat ini sudah banyak mahasiswa dan anak muda Parepare yang terjun ke berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner kreatif, bisnis digital dan jasa online, hingga industri kreatif seperti desain, konten kreator, event organizer, serta usaha berbasis potensi lokal.


"Ini membuktikan bahwa anak muda Parepare mampu bersaing, asalkan terus belajar dan berani mengambil peluang,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Tasming Hamid menitipkan tiga pesan penting kepada mahasiswa dan entrepreneur muda Parepare. Pertama, membangun mindset wirausaha sejak dini dan tidak takut gagal, karena kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.


"Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki. Entrepreneur sejati adalah mereka yang terus belajar dari pengalaman," tegasnya.


Kedua, ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ilmu dan jejaring kampus. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat kuliah, tetapi juga ruang untuk membangun ide, inovasi, dan jaringan usaha.


"Gunakan dosen, inkubator bisnis, kegiatan expo, dan organisasi mahasiswa sebagai tempat latihan sebelum terjun lebih jauh ke dunia usaha,” pesannya.


Ketiga, Tasming Hamid meminta mahasiswa dan entrepreneur muda memanfaatkan berbagai dukungan serta program pemerintah yang tersedia untuk pengembangan UMKM.


Mantan wakil ketua DPRD Parepare itu juga mengajak para entrepreneur muda Parepare untuk tidak hanya berpikir lokal, tetapi mulai berani berpikir lebih besar dengan memanfaatkan teknologi digital, memperkuat branding produk, serta menjaga kualitas agar mampu bersaing secara luas.


"Pemerintah Kota Parepare berkomitmen menciptakan ekosistem yang ramah bagi wirausaha muda. Kami meyakini masa depan ekonomi Parepare ada di tangan generasi mudanya," ujarnya.


Di akhir sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STIE Ciputra Makassar dan HIPMI Parepare atas kolaborasi yang terus terjalin.


"Semoga melalui kegiatan ini lahir entrepreneur muda Parepare yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, yang kelak menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Mari kita bangun Parepare sebagai kota yang memberi ruang bagi mimpi, ide, dan karya anak muda melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan menuju kota terbaik, sejahtera, dan maju," tandasnya. 

Surabaya Tunjukkan Jalan, Parepare Siap Bertindak Lebih Cepat dan Akurat


INFOPAREPARE.COM — Wali Kota Parepare memimpin langsung rombongan Pemerintah Kota Parepare melakukan studi tiru ke Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (25/11/2025). Kunjungan ini fokus pada pendalaman implementasi bantuan pendidikan jenjang SMA/SMK serta sistem pendataan masyarakat melalui Kader Surabaya Hebat (KSH) yang telah berjalan efektif di Kota Pahlawan tersebut.


Dalam rombongan tersebut turut mendampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pejabat dari unsur perencanaan keuangan, serta staf Bagian Hukum. Kunjungan lintas perangkat daerah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemkot Parepare dalam menyiapkan replikasi kebijakan berbasis data yang lebih kuat.


Belajar Kebijakan Bantuan Pendidikan Surabaya


Dalam pertemuan bersama jajaran Pemkot Surabaya, dipaparkan bahwa bantuan pendidikan bagi siswa SMA/SMK — meski menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur — tetap diintervensi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Bantuan itu berupa biaya pendidikan sebesar Rp200 ribu per bulan serta bantuan seragam sekolah bagi siswa yang memenuhi kriteria.


Menariknya, seluruh penyaluran dilakukan langsung ke sekolah guna memastikan ketepatan sasaran dan mencegah penyalahgunaan. Program ini dikawal melalui Peraturan Wali Kota dan pendampingan Jaksa Pengacara Negara (JPN) sehingga pelaksanaannya aman dari risiko hukum dan audit.


Wali Kota Parepare menyebut mekanisme ini sebagai rujukan penting bagi penguatan kebijakan pendidikan di daerahnya.


Konsep KSH Diadopsi untuk Tim Terpadu Parepare


Pemkot Parepare juga meninjau langsung sistem pendataan dan intervensi sosial yang dilakukan Kader Surabaya Hebat. Saat ini terdapat sekitar 29–30 ribu kader yang bertugas memantau ±20 rumah per orang melalui aplikasi Sayang Warga.


Para kader ini melakukan pemutakhiran data berkelanjutan sekaligus menjadi garda terdepan penanganan berbagai isu sosial seperti kemiskinan, stunting hingga pengangguran.


Wali Kota Parepare menilai sistem tersebut sangat relevan dengan rencana pembentukan Tim Terpadu di Parepare.


“Sistem Surabaya menunjukkan betapa pentingnya pendataan lapangan yang kuat. Konsep Kader Surabaya Hebat sangat relevan dengan rencana Tim Terpadu di Parepare untuk mempercepat intervensi sosial dan meningkatkan akurasi data,” ujarnya.


Ada Lima Rencana Tindak Lanjut


Usai kunjungan ini, Pemkot Parepare merumuskan beberapa langkah konkret, antara lain:

Menyusun Perwali terkait bantuan seragam dan biaya pendidikan SMA/SMK.

Menegaskan mekanisme bantuan melalui sekolah.

Menyusun kelembagaan dan SOP Tim Terpadu ala KSH.

Memperkuat integrasi Satu Data Parepare.

Melanjutkan kolaborasi teknis serta konsultasi hukum dengan Pemkot Surabaya.


Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik


Kunjungan studi tiru ini disebut menjadi momentum strategis bagi Pemkot Parepare untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penanganan persoalan sosial di masyarakat.


“Belajar dari Surabaya, kami ingin memastikan program kami tepat sasaran, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Wali Kota Parepare.


Dengan langkah ini, Pemkot Parepare berharap dapat menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.*

Parepare Catat Prestasi Nasional di Bidang Perlindungan Konsumen



INFOPAREPARE.COM -- Pemerintah Kota Parepare kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Setelah menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN, Parepare kembali masuk daftar penerima Penghargaan Perlindungan Konsumen Tahun 2025 dari Kementerian Perdagangan.


Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga menetapkan Parepare sebagai salah satu daerah penerima penghargaan Pasar Tertib Ukur tahun ini melalui surat bernomor HM.05/2846/PKTN/UND/11/2025 tertanggal 25 November 2025. Tiga pasar yang ditetapkan sebagai Pasar Tertib Ukur adalah Pasar Sumpang Minangae, Pasar Labukkang, dan Pasar Senggol.


Penetapan ini memperkuat upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melindungi konsumen. Dinas Perdagangan Parepare memegang peran utama dalam memastikan alat ukur di pasar memenuhi standar. Pemerintah daerah mendorong kepastian kebenaran hasil pengukuran melalui pemenuhan seluruh syarat Pasar Tertib Ukur.


Wali Kota Parepare Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemkot Parepare untuk menjaga ketertiban niaga demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami memastikan transaksi di pasar berjalan jujur dan transparan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengawasan di Parepare sudah berada pada jalur yang benar,” kata Tasming.


Tasming menyebut capaian layanan tera ulang alat ukur yang mencapai 97 persen sebagai hasil dari pengawasan intensif dan edukasi kepada pedagang. Ia menilai alat ukur yang akurat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.


“Pedagang dan konsumen harus memahami pentingnya alat ukur yang benar. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal keadilan dalam setiap transaksi,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperluas sosialisasi dan mendorong pasar lain memenuhi standar Pasar Tertib Ukur.


“Kami ingin seluruh pasar di Parepare mengikuti standar yang sama. Perlindungan konsumen akan menjadi prioritas yang kami jaga secara berkelanjutan,” tambah Tasming.


Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Parepare dalam memberikan kepastian dan perlindungan bagi konsumen serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional.(*)

Drainase Tak Memadai, Pemkot Parepare Turun Tangan Tindak Lanjuti Aduan Warga Lapadde


INFOPAREPARE.COM - Pemerintah Kota Parepare bergerak cepat merespons laporan warga terkait genangan air yang terjadi di kawasan Perumahan Palem, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin malam, 24 November 2025.

Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan bahwa aduan warga telah diteruskan ke Satuan Kerja terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare.

Hasil pengecekan lapangan menunjukkan bahwa persoalan utama terletak pada kondisi drainase yang tidak memadai.

“Dinas terkait telah kami instruksikan untuk segera mengecek lokasi. Berdasarkan pantauan mereka, drainase di kompleks itu cukup kecil dan air tidak terkoneksi dengan saluran badan air atau sungai. Itu penyebab terjadinya banjir di perumahan tersebut,” jelas Hamka, Selasa (25/11/2025).

Sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat, Pemkot Parepare memastikan akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Hamka mengungkapkan bahwa Dinas PUPR telah menghubungi dan mengundang pihak developer Perumahan Palem untuk melakukan pertemuan pada hari ini.

“Kami akan meminta kepada pihak developer untuk menyelesaikan persoalan drainase di Perumahan Palem sebelum diserahkan dan diterima oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Alumni STPDN itu menambahkan bahwa Pemerintah Kota Parepare akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga sinergitas, membangun komunikasi yang baik, serta memastikan setiap persoalan dapat ditangani secepatnya guna mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik.

“Bapak Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, tentu sangat berterima kasih dan mengapresiasi komunitas warga yang selama ini aktif memberikan informasi kepada pemerintah terkait berbagai persoalan di tengah masyarakat,” tandas mantan Kabag Humas Pemkot Parepare itu. (*)

Wali Kota Parepare Tasming Hamid Tinjau Perbaikan Jalan, Minta Dikerjakan Sesuai Standar


INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare Tasming Hamid meninjau pekerjaan perbaikan jalan di beberapa titik, masing-masing Jl Lanyer, Jl Cendra Wasi Perumnas, dan Jl Abdul Kadir di Kelurahan Labukkang, Minggu 16 November 2025.

Tasming Hamid hadir bersama Wakil Wali Kota Hermanto. Sekda Parepare Amarun Agung Hamka dan Wakil Ketua DPRD Parepare Suyuti serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Budi Rusdi dan jajarannya menyambut kehadiran rombongan di lokasi pekerjaan.

Tasming meminta agar seluruh pengerjaan berjalan rapi dan sesuai standar. Ia menegaskan bahwa kualitas infrastruktur harus menjadi perhatian agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

“Kita ingin masyarakat menikmati akses jalan yang aman. Saya minta pekerjaan ini dikerjakan secara cermat. Jangan asal selesai. Kita ingin hasil yang berkualitas,” kata Tasming.

Ia juga mengingatkan agar pengawasan di lapangan terus ditingkatkan. “Pastikan setiap tahapan pekerjaan dipantau. Kita ingin hasil yang kuat dan tahan lama,” ujar Tasming.

Kepala Dinas PU Parepare, Budi Rusdi, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR melalui Balai Besar Jalan atas dukungan anggaran Inpres Jalan Daerah tahun 2025. Melalui program ini, ruas Jl Tassiso hingga Jl Lanyer dapat diperbaiki sepanjang 3,2 kilometer dengan nilai anggaran 16 miliar rupiah.

"Pemerintah Kota Parepare berharap dukungan IJD dapat berlanjut pada tahun berikutnya. Masih ada beberapa ruas jalan yang membutuhkan penanganan besar, seperti Ruas Jalan Petta Unga dan Jalan Akses Kawasan Industri Cempae," tutup Budi. (*)

Parepare Alihkan Anggaran ke Infrastruktur Dasar, Termasuk 21 Toilet Sekolah Baru


INFOPAREPARE.com- Pemerintah Kota Parepare melalui Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka, memberikan klarifikasi terkait polemik pembangunan toilet baru di 21 sekolah tingkat SD dan SMP yang belakangan menjadi sorotan publik karena dinilai memiliki nilai proyek cukup besar.

Dalam penjelasannya, Hamka menegaskan bahwa angka yang tercantum dalam kontrak proyek berkisar Rp160 juta hingga Rp168 juta bukan merupakan nilai pembayaran final kepada rekanan. Nilai tersebut, kata dia, hanyalah batas maksimal anggaran.

“Angka itu adalah nilai batas akhir. Jika dalam proses review oleh PPTK maupun APIP ternyata volume pekerjaan tidak mencapai nilai kontrak, misalnya hanya Rp120 juta maka yang dibayarkan adalah sebesar volume riil yang dikerjakan rekanan,” jelas Hamka, Jumat (15/11/2025).

Hamka menambahkan bahwa selisih anggaran yang tidak terpakai tetap menjadi bagian dari keuangan daerah.

“Setelah perhitungan volume selesai, sisa anggaran tetap berada di kas daerah dan akan menjadi SILPA pada akhir tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hamka memaparkan bahwa pembangunan toilet baru di 21 sekolah ini merupakan hasil efisiensi anggaran Pemerintah Kota Parepare sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. 

Melalui instruksi tersebut, pemerintah daerah diminta mengalihkan kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat menuju sektor yang manfaatnya lebih nyata, khususnya infrastruktur dasar.

“Pemerintah kota mengalihkan efisiensi dari perjalanan dinas, konsumsi, serta beberapa kegiatan seminar dan tatap muka untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, bahwa pemda harus memperhatikan fasilitas pendidikan, termasuk ketersediaan toilet yang layak di sekolah,” terang Hamka.

Mantan Kabag Humas Pemkot Parepare itu juga menekankan bahwa keberadaan toilet bersih dan layak sangat penting dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah pusat.

“MBG dapat berjalan optimal apabila sekolah memiliki sanitasi yang aman. Toilet yang baik memastikan anak-anak kita terlindungi dari risiko penyakit, sehingga manfaat gizi dari program MBG bisa dirasakan sepenuhnya,” lanjutnya.

Hamka pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kepedulian dan partisipasi dalam mengawasi pembangunan daerah.

“Terima kasih atas perhatian dan pantauan masyarakat. Pengawasan bersama menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan transparan dan tepat sasaran,” tutupnya.

Dengan begitu, kata Hamka, Pemkot Parepare berharap polemik terkait nilai anggaran pembangunan toilet dapat diluruskan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola anggaran secara efisien dan akuntabel. 

Di tempat lain, Kepala SD Negeri 3 Parepare, Faisal Hasyim, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas program pembangunan toilet sekolah yang dijalankan Pemerintah Kota Parepare.

Menurutnya, ketersediaan toilet di sekolah sangat penting sebagai bagian dari fasilitas penunjang kenyamanan dan kebersihan siswa.

“Sekarang toilet yang ada belum mencukupi. Dengan 60 murid laki-laki dan 50 perempuan, idealnya kami harus punya enam toilet. Namun, saat ini hanya tersedia dua untuk laki-laki dan dua untuk perempuan. Jadi memang masih butu tambahan,” kata Faisal.

Ia menegaskan, program pembangunan toilet sekolah ini sangat membantu pihak sekolah dalam menyediakan sarana yang layak bagi siswa dan guru.

“SD Negeri 3 Parepare sangat membutuhkan dan menyambut positif pengadaan toilet yang sementara dibangun ini,” tandasnya. (*)

Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Lewat Dua Rakor Nasional Strategis

INFOPAREPARE.com – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah terkait Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kamis (13/11/2025).

Rakor nasional bertema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” itu berlangsung di BSD Grand Boulevard, Tangerang, Banten, Jakarta, dan dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Abdul Mu’ti, hadir langsung memberikan sambutan sekaligus arahan strategis kepada para kepala daerah. 

Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah daerah guna mempercepat implementasi program revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran di seluruh jenjang.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan nasional di bidang pendidikan. Ia menilai, peningkatan mutu pendidikan yang inklusif dan berdaya saing menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di era digital.

“Tentu pemerintah kota Parepare akan terus berkomitmen dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai bidang,” tegas Tasming Hamid.

Lebih lanjut, Tasming menuturkan bahwa Parepare siap beradaptasi dengan arah kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi, agar setiap peserta didik dapat memperoleh akses belajar yang merata dan modern.

Sementara itu, di waktu bersamaan, Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, mewakili Wali Kota menghadiri Rapat Koordinasi yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan diikuti oleh sejumlah pimpinan daerah se-Sulawesi Selatan.

Wakil Wali Kota Hermanto mengatakan, kehadiran Pemerintah Kota Parepare dalam Rakor ATR/BPN merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional di bidang penataan ruang dan pertanahan.

“Partisipasi ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang tertata dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Hermanto.

Melalui keikutsertaan dalam dua agenda strategis nasional tersebut, Pemerintah Kota Parepare menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah, baik di sektor pendidikan maupun tata ruang, demi mewujudkan pembangunan kota yang terbaik sejahtera dan maju. (*)

Kadis Kominfo Anwar Amir: Kerja Sama Media Mengacu pada Juknis Komdigi dan Inpres Efisiensi Belanja


INFOPAREPARE.com - Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengapresiasi sinergitas yang sudah terjalin baik dengan sejumlah media massa selama ini.

Kerja sama yang terbangun selama ini khususnya melalui skema kemitraan kerja sama media itu mengedepankan hubungan baik, sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan berdasar pada petunjuk teknis (Juknis) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)-- sebelumnya Kementerian Kominfo .

"Pengelolaan hubungan media dengan Pemerintah Daerah selama ini sudah sesuai Juknis Kementerian Kominfo (Komdigi), yang berpegang pada prinsip didasari hubungan baik antara kedua pihak yang saling membutuhkan. Jadi tidak hanya ketika mempublikasikan kegiatan dan program pemerintah, tapi ketika dibutuhkan penyebarluasan informasi penting dan atau meluruskan suatu isu, di situlah terbangun kerja sama yang baik antara Pemda dengan media," ungkap Kepala Dinas Kominfo Parepare, M Anwar Amir.

Selain itu Anwar juga menegaskan adanya Instruksi Presiden terkait efisiensi anggaran daerah mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja, yang mengamanatkan pemerintah daerah (gubernur, bupati, dan walikota) untuk menghemat anggaran dengan mengurangi belanja yang tidak prioritas. Instruksi ini meliputi pembatasan belanja seremonial termasuk dalam hal ini publikasi, studi banding, dan pengurangan 50% belanja perjalanan dinas, serta fokus pada peningkatan pelayanan publik. 

Ini ditekankan pemerintah pusat ke daerah guna optimalisasi anggaran, belanja memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Mendukung program prioritas, dana yang dihemat untuk program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Karena itu, terkait kontrak kerja sama media, Anwar terbuka untuk menyampaikan. Sebab Pemkot Parepare dalam bekerjasama juga memiliki target audience pemberitaan yang dituju bukan hanya sebatas Parepare, tapi meluas ke skala provinsi dan nasional.

"Jadi selain mengikuti Inpres terkait efisiensi. Dan mengenai mekanisme kerja sama media itu berdasarkan kebutuhan pemberitaan Pemkot Parepare, dan Insya Allah pada tahun 2026 yang akan datang kita sudah menggunakan sistem e-Catalog sesuai dengan ketentuan dalam Perpres dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan," ungkap Anwar.

Anwar menekankan, pada prinsipnya dalam pelaksanaan kerja sama media secara ketentuan Diskominfo akan terus membenahi dengan baik melalui SOP yang sementara disusun dan dipermantap oleh tim teknis Diskominfo. (*)

Kunjungan FORMAG ke Wali Kota Parepare Jadi Momentum Pererat Kebersamaan Lintas Agama


INFOPAREPARE.com -  Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menerima kunjungan dari para tokoh Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Kota Parepare di Lounge Kantor Wali Kota, Selasa (11/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Tasming Hamid didampingi oleh Asisten dan Staf Ahli Pemerintah Kota Parepare. 

Ia menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada rombongan FORMAG atas kunjungan dan komitmen mereka menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Parepare.

“Pemerintah Kota Parepare selalu terbuka dan mendukung setiap kegiatan keagamaan, termasuk perayaan Natal yang menjadi momen penting bagi saudara-saudara kita umat Kristiani,” ujar Tasming.

Pertemuan ini juga membahas sejumlah agenda penting, di antaranya persiapan perayaan Natal Umat Kristen se-Kota Parepare yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember 2025 mendatang.

Selain itu, pihak FORMAG juga memperkenalkan kepengurusan baru dan menyerahkan proposal resmi terkait pelaksanaan kegiatan Natal tersebut.

Rombongan FORMAG yang dipimpin oleh Pendeta Yosua Simamora menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Parepare atas sambutan yang penuh keakraban dan perhatian terhadap umat Kristiani.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan sambutan Bapak Wali Kota. Ini menjadi bukti bahwa kerukunan antarumat beragama di Parepare benar-benar terjaga,” ungkap Pendeta Yosua.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat komunikasi antara pemerintah dan tokoh lintas agama, serta memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan dalam menjaga harmoni di Kota Parepare. (*)

Membanggakan! Parepare Catat Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Terendah di Sulsel


INFOPAREPARE.com - Pemerintah Kota Parepare menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kota ini meraih dua penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulsel atas capaian kinerja dalam dua kategori utama, yakni penurunan jumlah penduduk miskin ekstrem dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Parepare dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Terendah di Sulsel dengan capaian kinerja 12.206 jiwa. Selain itu, Parepare juga meraih peringkat terbaik kategori Kota dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tertinggi, yakni 67,01 persen.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi kepada Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, yang mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, di Makassar.

Sekda Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan penghargaan itu merupakan bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kota Parepare dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan menjaga kualitas lingkungan hidup.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan seluruh program pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat. Penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama kami,” ujar Hamka. (20/10/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan dan kebijakan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dan Wakil Wali Kota Hermanto, yang secara konsisten menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan melalui program-program unggulan daerah.

“Seluruh perangkat daerah bergerak bersama di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Program pengentasan kemiskinan berjalan terukur, mulai dari bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan gratis,” jelasnya.

Hamka menegaskan, Pemkot Parepare akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempertahankan capaian tersebut.
“Kami berkomitmen menjaga Parepare tetap menjadi kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Sulawesi Selatan. Upaya ini tidak berhenti di angka, tetapi harus terasa manfaatnya di kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Wali Kota Tasming Hamid Dukung Pembangunan Pondok Putri NU, Janjikan Perbaikan Akses Jalan


INFOPAREPARE.COM - Momentum bersejarah bagi Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Parepare berlangsung pada Minggu, 19 Oktober 2025. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kota Parepare resmi dilantik, yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Putri dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, SE, MM, anggota DPRD, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, perwakilan Kementerian Agama, pimpinan pondok pesantren, para ulama, tokoh masyarakat, seluruh pengurus NU Kota Parepare, serta ratusan santri dari berbagai pesantren di daerah ini.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Kiai Hannani, MA selaku Ketua Pengurus Daerah (PD) NU Kota Parepare menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang penuh berkah ini. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada H. Saharuddin, pewakaf tanah dan rumah yang akan dijadikan sebagai Pondok Putri NU.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Saharuddin atas niat mulia mewakafkan tanah dan rumahnya demi kemajuan pendidikan dan dakwah Islam. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ujar Kiai Hannani.

Dalam sambutannya, Kiai Hannani juga melelang sumbangan pembangunan masjid dan pondok kepada para tamu undangan. Suasana haru bercampur semangat gotong royong menyelimuti acara ketika hampir seluruh tamu yang hadir turut berdonasi dengan penuh keikhlasan. Donasi yang terkumpul bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta per orang.

“Alhamdulillah, semua tamu yang hadir menyumbang dengan niat ikhlas karena Allah SWT demi membangun generasi yang berakhlak dan berilmu,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat kebersamaan warga NU dalam membangun pondok pesantren. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu memperbaiki akses jalan menuju lokasi pondok.

“Saya tidak mau berjanji, tetapi insya Allah, jika anggaran memungkinkan, pemerintah akan memperbaiki jalan masuk ke pondok ini. Saat ini negara tengah melakukan efisiensi, jadi untuk anggaran fisik agak sulit direalisasikan,” tutur Tasming Hamid dengan jujur dan lugas.

Usai rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Pondok Putri NU Parepare, yang dilakukan oleh Wali Kota Parepare bersama Ketua PD NU, tokoh masyarakat, dan para donatur.

Kegiatan kemudian ditutup dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Lantunan salawat dan tausiah menambah suasana religius, menegaskan komitmen NU dalam meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Acara pelantikan MWC NU, peletakan batu pertama, dan peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Parepare sebagai kota religius dan berkarakter. (*)

Pemkot Parepare Terima Bantuan Rp5 Miliar dari Pemprov Sulsel


INFOPAREPARE.COM – Pemerintah Kota Parepare menerima bantuan dana sebesar Rp5 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, di Kantor Gubernur Sulsel. (16/10/2025).

Bantuan senilai Rp5 miliar itu diperuntukkan bagi rehabilitasi Masjid Agung Parepare, Masjid Terapung BJ Habibie, serta promosi UMKM di Kota Parepare.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap pembangunan di Kota Parepare.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas perhatian dan bantuan ini. Bantuan sebesar Rp5 miliar ini sangat berarti bagi masyarakat Parepare,” ujar Tasming Hamid.

Tasming menilai bantuan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya menjaga dan memperindah ikon keagamaan serta menggerakkan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM.

“Masjid Agung dan Masjid Terapung BJ Habibie adalah kebanggaan warga Parepare. Kami ingin kedua masjid ini tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan dan wisata religi yang representatif,” kata Tasming.

Tasming menambahkan, bantuan ini juga akan digunakan untuk mendorong promosi UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Melalui bantuan ini, kami berkomitmen memperkuat pelaku UMKM agar lebih berdaya saing. Insyaallah, dana ini akan kami kelola secara transparan dan tepat sasaran demi kemaslahatan warga Parepare,” tegasnya. (*)

Efisiensi Anggaran Nasional Berdampak ke Daerah, Parepare Genjot PAD Lewat Sistem Digital

INFOPAREPARE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare harus menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan keuangan daerah pada tahun anggaran 2026. Pasalnya, dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami pemangkasan signifikan sebesar Rp101 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.

Pemangkasan tersebut berdampak langsung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Parepare yang turun drastis dari Rp982 miliar menjadi sekitar Rp800 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, saat dikonfirmasi terkait kondisi fiskal daerah, Kamis. (16/10/2025).

“Kita dikurangi Rp101 miliar,” ungkap Amarun Agung Hamka.

Menurut Hamka, penurunan TKD itu tentu akan berimplikasi pada pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintahan Wali Kota Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Hermanto. 

Sejumlah agenda pembangunan yang telah disusun kemungkinan besar tidak dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun mendatang.

Selain itu, lanjut Hamka, beban keuangan daerah juga semakin berat karena adanya kewajiban pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang mencapai sekitar Rp67 miliar, serta P3K paruh waktu sebesar Rp10 miliar.

“Meski sulit di tengah kondisi efisiensi, kami pemerintah kota tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan seluruh program prioritas bapak Wali Kota,” tegasnya.

Kendati kebijakan efisiensi ini cukup memberatkan, Hamka menegaskan bahwa Pemkot Parepare tetap mendukung penuh kebijakan dan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Parepare berencana menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor retribusi dan pajak daerah. Penerapan sistem pembayaran berbasis digital akan diperkuat untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi penerimaan daerah.

“Kita akan optimalisasi PAD. Penerimaan pajak dan retribusi kami terapkan sistem digital untuk mencegah kebocoran. Kolaborasi dan sinergitas antara satuan kerja akan meningkatkan PAD,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Parepare berharap dapat menjaga stabilitas fiskal dan tetap melanjutkan program-program pembangunan prioritas, meskipun di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

“Kami optimistis, dengan kerja sama dan efisiensi yang tepat, Parepare tetap bisa tumbuh dan berbenah,” tutup Hamka. (*)