Serahkan Bantuan di BAZNAS, Tasming Hamid Harap Optimalisasi Zakat untuk Kesejahteraan Umat


INFOPAREPARE.COM  – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar bantuan paket Ramadhan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat. 


Dia berharap bantuan tersebut menjadi tambahan semangat dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.


Hal itu disampaikan Tasming Hamid usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis. (12/2/2026).


“Alhamdulillah. Jadi jangan lihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari niat baik dan kepedulian yang menyertainya. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kota Parepare,” ujar Tasming Hamid.


Tasming juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kota Parepare yang dinilainya konsisten hadir di tengah masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.


Menurutnya, kegiatan pembagian paket Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya soal membagikan paket Ramadhan, tetapi tentang menghadirkan harapan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.


Lebih jauh, Tasming menilai kegiatan tersebut menjadi cermin keberhasilan tata kelola zakat yang transparan dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 


Ia menegaskan pentingnya membangun siklus kebaikan melalui optimalisasi zakat agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong ketahanan keluarga.


“Inilah siklus kebaikan yang ingin kita bangun bersama, agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen sosial yang mendorong ketahanan keluarga dan memperkuat sendi-sendi kesejahteraan umat di Kota Parepare,” tegas mantan anggota DPRD dua periode itu.


Kegiatan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa zakat dan sedekah yang dikelola dengan baik akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tepat sasaran, tepat manfaat, dan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.


Pemerintah Kota Parepare, kata Tasming, memandang BAZNAS sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang telah terbangun selama ini diharapkan terus diperkuat agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan.


“Sinergi yang terbangun selama ini harus terus dijaga dan diperkuat, agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan, tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga memberi jalan menuju kemandirian,” tandasnya. (*)

Wali Kota Tasming Hamid Buka Orientasi Mubaligh dan Pelatihan Operator Masjid PD DMI Parepare


INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Mubaligh, Pengurus Masjid dan Pelatihan Operator Masjid yang digelar Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Kamis (12/2/2026).

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PD DMI Kota Parepare yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Parepare atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis tersebut.

Menurutnya, kegiatan orientasi dan pelatihan ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam memperkuat peran masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan peradaban yang menyejukkan serta mencerahkan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pusat pembinaan umat, serta pusat peradaban yang menyejukkan dan mencerahkan masyarakat. Kami pemerintah kota tentu sangat mendukung dan mengapresiasi,” ujar Tasming.

Tasming Hamid menjelaskan, menjelang bulan suci Ramadan, peran masjid menjadi semakin penting. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang dakwah, edukasi, pelayanan sosial, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, mubaligh yang berkompeten, pengurus masjid yang profesional, serta operator masjid yang melek teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi di tengah dinamika masyarakat saat ini,” katanya.

Mantan pimpinan DPRD Parepare itu berharap melalui orientasi dan pelatihan tersebut akan lahir mubaligh yang mampu menyampaikan dakwah secara santun, menyejukkan, dan penuh hikmah. Selain itu, diharapkan pula tercipta pengurus masjid yang amanah dan visioner, serta operator masjid yang mampu mengelola administrasi dan informasi masjid secara modern, transparan, dan akuntabel.

Tasming menegaskan, Pemerintah Kota Parepare berkomitmen untuk terus mendukung penguatan fungsi masjid dan peningkatan kualitas sumber daya manusia keagamaan. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan Kota Parepare yang religius, humanis, dan berkelanjutan.

"Sinergi antara pemerintah, DMI, Kementerian Agama, dan seluruh elemen umat merupakan kunci dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia,” tutupnya. (*)


Jelang Ramadan, ASN Pemkot Parepare Bahu Membahu Benahi Masjid Agung


INFOPAREPARE.COM - Menjelang bulan suci ramadan, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bahu membahu melakukan pembenahan Masjid Agung.

Di bawah komando Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare, Amarun Agung Hamka, pembenahan dilakukan sebagai bentuk kepedulian ASN pemerintah daerah dalam menciptakan kenyamanan rumah ibadah bagi masyarakat. Selain itu, juga sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden, Prabowo. 

Masjid Agung Parepare yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Parepare tersebut menjadi fokus pembenahan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk selama Ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan pembenahan masjid meliputi kegiatan pembersihan area dalam dan luar masjid, serta pengecatan pada sejumlah bagian bangunan.

“Pembenahan ini dilakukan untuk memastikan masjid dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh para jamaah selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Amarun Agung Hamka, Senin, (9/2/2026).

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan tanggung jawab ASN dalam mendukung kehidupan keagamaan di Kota Parepare.

“Masjid Agung adalah ikon dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” tambah Hamka, sapaan Karib Sekda yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Parepare ini.

Pembenahan ini lanjut dia, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi jamaah, sekaligus meningkatkan semangat beribadah umat Muslim selama bulan suci Ramadan. (*)

Wali Kota Parepare Tasming Hamid Dukung Penguatan Kolaborasi Pusat dan Daerah

 


INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).


Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. 


Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.


Rakornas dihadiri sebanyak 4.453 peserta yang terdiri dari para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga, gubernur, bupati, serta wali kota se-Indonesia.


Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD, termasuk jajaran kepolisian, kejaksaan, hingga TNI.


Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.


Sejumlah materi strategis dibahas dalam Rakornas ini, di antaranya penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan pelaksanaan program prioritas nasional, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan ekonomi dan pangan, pengentasan kemiskinan dan stunting, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi serta menyelesaikan berbagai isu aktual pembangunan daerah. 


Selain itu, Rakornas juga menjadi wadah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan keamanan nasional.


Dalam Rakornas tersebut, Tasming Hamid hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare. 


Mantan anggota DPRD dua periode itu  menegaskan bahwa kehadiran bersama Forkopimda merupakan bentuk kesiapan dan komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam mendukung penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


"Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program prioritas nasional demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegas Tasming Hamid. (*)

Kota Parepare Raih Penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya


INFOPAREPARE.COM — Pemerintah Kota Parepare kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Pemerintah Kota Parepare dalam memperluas jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui program Universal Health Coverage.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh warga.

“Penghargaan UHC Award ini bukan semata-mata simbol prestasi, tetapi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. Kami memastikan tidak ada warga Parepare yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Tasming Hamid.

Tasming menegaskan, sejak awal kepemimpinannya, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah Kota Parepare terus mendorong optimalisasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk bagi masyarakat kurang mampu.

“Capaian ini adalah hasil sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Ke depan, kami tidak hanya fokus pada cakupan kepesertaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kesehatan itu sendiri,” tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan mencapai UHC merupakan konsekuensi dari keputusan politik pemerintah daerah yang menempatkan kesehatan sebagai hak dasar warga, bukan sekadar layanan tambahan.

“UHC ini lahir dari keberanian mengambil kebijakan. Pemerintah Kota Parepare memilih untuk mengalokasikan anggaran secara serius agar seluruh warga, terutama kelompok rentan, terlindungi oleh jaminan kesehatan,” tegas Tasming Hamid.

Menurutnya, dalam konteks otonomi daerah, setiap kebijakan anggaran mencerminkan keberpihakan. Parepare, kata Tasming, secara konsisten memprioritaskan belanja publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah keterbatasan fiskal, kami memilih berpihak. Kesehatan tidak boleh menunggu warga sakit dulu baru negara hadir. Negara harus hadir sejak awal,” lanjutnya.

Tasming menambahkan, kebijakan UHC di Parepare tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia yang terintegrasi dengan sektor pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan perlindungan sosial.

Capaian UHC kategori Madya ini sekaligus memperkuat posisi Kota Parepare sebagai daerah yang menggunakan instrumen kebijakan kesehatan sebagai legitimasi kinerja pemerintahan, sekaligus sebagai wujud nyata politik kesejahteraan di tingkat lokal.

Dengan prestasi UHC kategori Madya ini, Kota Parepare diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sistem kesehatan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan UHC Award merupakan apresiasi nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam mendukung percepatan pencapaian Universal Health Coverage, sejalan dengan agenda pembangunan kesehatan nasional.***

Dana Desa Bontotangnga Diklarifikasi Tipidkor Saat SPJ 2025 Masih Disusun ‎

 


‎Selayar - Pemerintah Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menegaskan kesiapan dan keterbukaan dalam menghadapi proses klarifikasi yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Kepulauan Selayar.

‎Kepala Desa Bontotangnga, Kamirudin, menyatakan bahwa seluruh dokumen pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) telah disiapkan dan diserahkan sesuai permintaan penyidik.

‎“Semua berkas yang diminta lengkap, termasuk Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten dan SPJ. Untuk Tahun Anggaran 2025 memang masih dalam proses,” kata Kamirudin saat ditemui langsung, 27 Januari 2026.

‎Menurut Kamirudin, proses pengelolaan Dana Desa selama periode 2023 hingga 2025 telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa bersikap kooperatif dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

‎Hal senada disampaikan Marni, Bendahara Desa Bontotangnga. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa  Tahun 2025 saat ini masih dalam tahap pembenahan administratif, namun seluruh kegiatan fisik dan program pemberdayaan telah dilaksanakan sepenuhnya.

‎“SPJ sementara kami benahi. Tinggal satu tahap yang sementara disusun, khususnya untuk SPJ bulan Desember. Tetapi untuk kegiatan fisik dan pemberdayaan sudah semua terealisasi, termasuk penyaluran BLT Dana Desa dan program lainnya,” jelas Marni.

‎Marni menegaskan bahwa tidak ada kegiatan Dana Desa yang fiktif atau tidak dilaksanakan. Ia memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan siap diperiksa oleh aparat penegak hukum

‎Pemanggilan oleh penyidik Tipidkor Polres Kepulauan Selayar, menurut pihak desa, dipandang sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi yang wajar terhadap pengelolaan keuangan desa. Pemerintah Desa Bontotangnga menyatakan tidak keberatan seluruh dokumen diperiksa secara menyeluruh.

‎Sementara itu, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Kepulauan Selayar, IPDA Andi Bakri Yamar, S.E., M.M., membenarkan bahwa saat ini penyidik masih berada pada tahap pendalaman administrasi.

‎“Saat ini kami sedang melakukan analisa terhadap dokumen-dokumen yang diserahkan,” ujarnya.

‎Proses analisis tersebut akan menentukan langkah lanjutan aparat penegak hukum. Namun bagi Pemerintah Desa Bontotangnga, klarifikasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di hadapan publik.

‎Pemerintah desa berharap proses ini dapat berjalan objektif dan transparan, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkembang di Tengah masyarakat. (Tim)

Tasming Hamid: Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Tapi Pusat Solusi Persoalan Umat


IP - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, persatuan, dan pembangunan karakter.

Hal tersebut disampaikan Tasming Hamid saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Parepare Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di Auditorium BJ Habibie, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, serta Ketua DMI Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyuki.

Atas nama Pemerintah Kota Parepare, Tasming Hamid menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ketua dan seluruh pengurus DMI Kota Parepare yang baru dilantik. 

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kepercayaan umat yang harus dijaga dengan komitmen, kerja nyata, dan keteladanan.

Menurut mantan pimpinan DPRD Parepare itu, masjid memiliki posisi sentral dalam membentuk nilai-nilai kejujuran, kepedulian sosial, serta kebersamaan di tengah masyarakat.

"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pusat persatuan, dan pusat pembangunan karakter," ujarnya.

Tasming Hamid menambahkan, Pemerintah Kota Parepare menaruh harapan besar kepada DMI sebagai mitra strategis dalam memperkuat peran masjid.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mendukung program keumatan, pembinaan keagamaan, serta penguatan moderasi beragama.

Namun demikian, dukungan tersebut harus diimbangi dengan perencanaan program yang terarah dan berkelanjutan. Melalui forum rapat kerja, Tasming Hamid mendorong DMI Kota Parepare untuk memfokuskan program pada empat hal utama.

Pertama, penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda agar menjadi ruang yang ramah bagi anak dan pemuda. Kedua, peningkatan kualitas manajemen dan tata kelola masjid yang tertib, transparan, dan profesional. 

Ketiga, penguatan peran sosial masjid agar hadir sebagai solusi atas persoalan umat. Keempat, pemanfaatan teknologi dan media digital secara bijak dalam dakwah dan syiar Islam.

Tasming Hamid juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan umat, dengan menjadikan masjid sebagai ruang pemersatu dan penyejuk di tengah perbedaan.

"Masjid harus menjadi tempat memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah," tegasnya.

Tasming Hamid memastikan Pemerintah Kota Parepare siap bersinergi dengan DMI dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban demi mewujudkan Parepare sebagai kota yang maju dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Parepare terpilih, Andi Mulyadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin DMI Kota Parepare ke depan.

Dia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Parepare atas dukungan yang diberikan sejak proses musyawarah hingga pelantikan pengurus DMI.

"Terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Parepare Tasming Hamid atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan," ungkapnya.

Andi Mulyadi turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap para mubalig, termasuk pemberian jaminan BPJS.

"Hanya di Parepare mubalig diberikan jaminan BPJS. Ini bukti bahwa Wali Kota Parepare benar-benar ingin menjadikan Parepare sebagai kota yang religius," tutupnya. (*)

Tasming Hamid Ajak Anak Muda Parepare Berani Berwirausaha dan Manfaatkan Dukungan Pemerintah



INFOPAREPARE.COM - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare untuk terus mendukung serta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda agar terlibat aktif dalam pengembangan UMKM dan kewirausahaan.


Penegasan tersebut disampaikan Tasming Hamid saat membuka kegiatan UC Makassar Kampus Expo yang mengusung tema “Fokus On Your Future”, Selasa (13/1/2026).


"Pemerintah kota tentu mensupport penuh para pemuda kita dan entrepreneur muda yang siap mengambil peran dalam pengembangan ekonomi daerah," ujar Tasming Hamid.


Mantan anggota DPRD dua periode itu menjelaskan, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga promosi produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


"Jangan ragu untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Kami berkomitmen terhadap pengembangan ekonomi daerah karena ini merupakan salah satu program prioritas," ungkapnya.


Menurut Tasming Hamid, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, “Scale Up Potensi Entrepreneur Parepare”, bukan sekadar bahan diskusi, melainkan tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berperan nyata dalam pembangunan ekonomi daerah.


"Parepare hari ini membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda yang berani memulai, berani gagal, dan berani bangkit. Kita memiliki modal besar berupa semangat muda, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan perubahan zaman," jelasnya.


Ayah tiga anak itu juga menegaskan bahwa berwirausaha tidak harus menunggu lulus kuliah, tidak harus menunggu modal besar, dan tidak pula menunggu segala sesuatu sempurna.


"Banyak UMKM Parepare yang berkembang justru lahir dari keberanian memulai usaha kecil, dari ide sederhana, dan dari kebutuhan di sekitar kita," katanya.


Tasming Hamid menyebut, saat ini sudah banyak mahasiswa dan anak muda Parepare yang terjun ke berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner kreatif, bisnis digital dan jasa online, hingga industri kreatif seperti desain, konten kreator, event organizer, serta usaha berbasis potensi lokal.


"Ini membuktikan bahwa anak muda Parepare mampu bersaing, asalkan terus belajar dan berani mengambil peluang,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Tasming Hamid menitipkan tiga pesan penting kepada mahasiswa dan entrepreneur muda Parepare. Pertama, membangun mindset wirausaha sejak dini dan tidak takut gagal, karena kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.


"Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki. Entrepreneur sejati adalah mereka yang terus belajar dari pengalaman," tegasnya.


Kedua, ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ilmu dan jejaring kampus. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat kuliah, tetapi juga ruang untuk membangun ide, inovasi, dan jaringan usaha.


"Gunakan dosen, inkubator bisnis, kegiatan expo, dan organisasi mahasiswa sebagai tempat latihan sebelum terjun lebih jauh ke dunia usaha,” pesannya.


Ketiga, Tasming Hamid meminta mahasiswa dan entrepreneur muda memanfaatkan berbagai dukungan serta program pemerintah yang tersedia untuk pengembangan UMKM.


Mantan wakil ketua DPRD Parepare itu juga mengajak para entrepreneur muda Parepare untuk tidak hanya berpikir lokal, tetapi mulai berani berpikir lebih besar dengan memanfaatkan teknologi digital, memperkuat branding produk, serta menjaga kualitas agar mampu bersaing secara luas.


"Pemerintah Kota Parepare berkomitmen menciptakan ekosistem yang ramah bagi wirausaha muda. Kami meyakini masa depan ekonomi Parepare ada di tangan generasi mudanya," ujarnya.


Di akhir sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STIE Ciputra Makassar dan HIPMI Parepare atas kolaborasi yang terus terjalin.


"Semoga melalui kegiatan ini lahir entrepreneur muda Parepare yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, yang kelak menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Mari kita bangun Parepare sebagai kota yang memberi ruang bagi mimpi, ide, dan karya anak muda melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan menuju kota terbaik, sejahtera, dan maju," tandasnya. 

Surabaya Tunjukkan Jalan, Parepare Siap Bertindak Lebih Cepat dan Akurat


INFOPAREPARE.COM — Wali Kota Parepare memimpin langsung rombongan Pemerintah Kota Parepare melakukan studi tiru ke Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (25/11/2025). Kunjungan ini fokus pada pendalaman implementasi bantuan pendidikan jenjang SMA/SMK serta sistem pendataan masyarakat melalui Kader Surabaya Hebat (KSH) yang telah berjalan efektif di Kota Pahlawan tersebut.


Dalam rombongan tersebut turut mendampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pejabat dari unsur perencanaan keuangan, serta staf Bagian Hukum. Kunjungan lintas perangkat daerah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemkot Parepare dalam menyiapkan replikasi kebijakan berbasis data yang lebih kuat.


Belajar Kebijakan Bantuan Pendidikan Surabaya


Dalam pertemuan bersama jajaran Pemkot Surabaya, dipaparkan bahwa bantuan pendidikan bagi siswa SMA/SMK — meski menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur — tetap diintervensi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Bantuan itu berupa biaya pendidikan sebesar Rp200 ribu per bulan serta bantuan seragam sekolah bagi siswa yang memenuhi kriteria.


Menariknya, seluruh penyaluran dilakukan langsung ke sekolah guna memastikan ketepatan sasaran dan mencegah penyalahgunaan. Program ini dikawal melalui Peraturan Wali Kota dan pendampingan Jaksa Pengacara Negara (JPN) sehingga pelaksanaannya aman dari risiko hukum dan audit.


Wali Kota Parepare menyebut mekanisme ini sebagai rujukan penting bagi penguatan kebijakan pendidikan di daerahnya.


Konsep KSH Diadopsi untuk Tim Terpadu Parepare


Pemkot Parepare juga meninjau langsung sistem pendataan dan intervensi sosial yang dilakukan Kader Surabaya Hebat. Saat ini terdapat sekitar 29–30 ribu kader yang bertugas memantau ±20 rumah per orang melalui aplikasi Sayang Warga.


Para kader ini melakukan pemutakhiran data berkelanjutan sekaligus menjadi garda terdepan penanganan berbagai isu sosial seperti kemiskinan, stunting hingga pengangguran.


Wali Kota Parepare menilai sistem tersebut sangat relevan dengan rencana pembentukan Tim Terpadu di Parepare.


“Sistem Surabaya menunjukkan betapa pentingnya pendataan lapangan yang kuat. Konsep Kader Surabaya Hebat sangat relevan dengan rencana Tim Terpadu di Parepare untuk mempercepat intervensi sosial dan meningkatkan akurasi data,” ujarnya.


Ada Lima Rencana Tindak Lanjut


Usai kunjungan ini, Pemkot Parepare merumuskan beberapa langkah konkret, antara lain:

Menyusun Perwali terkait bantuan seragam dan biaya pendidikan SMA/SMK.

Menegaskan mekanisme bantuan melalui sekolah.

Menyusun kelembagaan dan SOP Tim Terpadu ala KSH.

Memperkuat integrasi Satu Data Parepare.

Melanjutkan kolaborasi teknis serta konsultasi hukum dengan Pemkot Surabaya.


Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik


Kunjungan studi tiru ini disebut menjadi momentum strategis bagi Pemkot Parepare untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penanganan persoalan sosial di masyarakat.


“Belajar dari Surabaya, kami ingin memastikan program kami tepat sasaran, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Wali Kota Parepare.


Dengan langkah ini, Pemkot Parepare berharap dapat menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.*

Parepare Catat Prestasi Nasional di Bidang Perlindungan Konsumen



INFOPAREPARE.COM -- Pemerintah Kota Parepare kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Setelah menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN, Parepare kembali masuk daftar penerima Penghargaan Perlindungan Konsumen Tahun 2025 dari Kementerian Perdagangan.


Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga menetapkan Parepare sebagai salah satu daerah penerima penghargaan Pasar Tertib Ukur tahun ini melalui surat bernomor HM.05/2846/PKTN/UND/11/2025 tertanggal 25 November 2025. Tiga pasar yang ditetapkan sebagai Pasar Tertib Ukur adalah Pasar Sumpang Minangae, Pasar Labukkang, dan Pasar Senggol.


Penetapan ini memperkuat upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melindungi konsumen. Dinas Perdagangan Parepare memegang peran utama dalam memastikan alat ukur di pasar memenuhi standar. Pemerintah daerah mendorong kepastian kebenaran hasil pengukuran melalui pemenuhan seluruh syarat Pasar Tertib Ukur.


Wali Kota Parepare Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemkot Parepare untuk menjaga ketertiban niaga demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami memastikan transaksi di pasar berjalan jujur dan transparan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengawasan di Parepare sudah berada pada jalur yang benar,” kata Tasming.


Tasming menyebut capaian layanan tera ulang alat ukur yang mencapai 97 persen sebagai hasil dari pengawasan intensif dan edukasi kepada pedagang. Ia menilai alat ukur yang akurat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.


“Pedagang dan konsumen harus memahami pentingnya alat ukur yang benar. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal keadilan dalam setiap transaksi,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperluas sosialisasi dan mendorong pasar lain memenuhi standar Pasar Tertib Ukur.


“Kami ingin seluruh pasar di Parepare mengikuti standar yang sama. Perlindungan konsumen akan menjadi prioritas yang kami jaga secara berkelanjutan,” tambah Tasming.


Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Parepare dalam memberikan kepastian dan perlindungan bagi konsumen serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional.(*)